Pasar Indonesia Meningkatkan Ketinggian Resiko Terkena Virus

Pasar Indonesia
Pasar Indonesia Meningkatkan Ketinggian Resiko Terkena Virus

Pasar Indonesia Meningkatkan Ketinggian Resiko Terkena Virus – Bagi jutaan orang Indonesia, pasar (pasar tradisional) selalu menjadi perhentian pertama untuk membeli

Persediaan sehari-hari, berkat harga yang terjangkau, peluang untuk tawar-menawar dan berbagai barang.

Bahkan ketika COVID-19 menghantam negara itu, kerumunan berdesak-desakan di pasar tradisional tetap ada,

Meningkatkan kekhawatiran bahwa cluster baru mungkin muncul ketika negara mulai meringankan pembatasan coronavirus.

Indonesia telah melihat beberapa kluster COVID-19 yang berasal dari pasar tradisional.

“Interaksi yang erat di pasar tradisional dapat mengarah ke kelompok baru. Penegakan protokol kesehatan dan kampanye informasi oleh pemerintah daerah sangat dibutuhkan, ”kata juru bicara Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan kepada The Jakarta Post pada hari Jumat.

Pasar Indonesia Meningkatkan Ketinggian Resiko Terkena Virus

Di antara 12,3 juta pedagang di 13.450 pasar tradisional di seluruh Indonesia, asosiasi telah mencatat 535 vendor di 20 provinsi yang terjangkit virus, 29 di antaranya telah meninggal pada hari Jumat.

Jumlah kasus tertinggi di 133 tercatat di Jawa Timur.

IKAPPI telah mengeluarkan protokol kesehatan untuk vendor dan manajer pasar tradisional yang mencakup pedoman jarak antara kios,

Tirai plastik antara pedagang dan pelanggan, pemeriksaan suhu tubuh dan disinfektan rutin.

Reynaldi menyatakan keraguan, bagaimanapun, bahwa pedoman akan ditegakkan dengan baik di setiap pasar.

Pandemi itu, yang mendorong ketertiban dan pembatasan mobilitas tinggal di rumah, telah menyebabkan penurunan pendapatan 65 persen bagi para pedagang, katanya.

Pasar tradisional telah mendapatkan perhatian dunia karena SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, diyakini berasal dari pasar basah di Wuhan, Cina. Kelompok lain muncul di Beijing pekan lalu, yang diduga berasal dari salmon impor yang dijual di pasar daging Xinfadi.

Peningkatan Lebih Cepat Karena Ada Banyak Orang Disana

Indonesia telah melihat jumlah kasus dan kematian meningkat tajam dalam sepekan terakhir, menjadikan jumlah total infeksi yang dikonfirmasi menjadi 38.227 dan jumlah kematian menjadi 2.134 pada hari Minggu.

Selain dari Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur telah menjadi episenter wabah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak orang untuk menjaga kebersihan umum dan menjaga jarak aman dari orang lain.

Dalam sebuah laporan baru-baru ini di Indonesia, badan kesehatan mengatakan setidaknya 1 tes reaksi rantai polimerase (PCR) per 1.000 orang per minggu di daerah transmisi dengan hasil yang disediakan dalam 24-48 jam adalah di antara

“langkah-langkah yang tidak dapat dinegosiasikan” selama kondisi normal baru. periode di tengah kasus meroket. Ini juga merekomendasikan pelacakan kontak yang luas dan karantina semua kontak di sekitar kasus baru.

“Paling tidak 80 persen kasus baru [harus] dilacak kontaknya dan dikarantina dalam 72 jam konfirmasi […] dan setidaknya 80 persen kontak kasus baru dipantau selama 14 hari,” katanya.

Kementerian Perdagangan mengeluarkan surat edaran pada akhir Mei untuk mendukung operasi pasar tradisional sambil menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih lanjut.

Surat edaran menetapkan, antara lain, membatasi jumlah pengunjung dan menggunakan fasilitas luar jika memungkinkan.

Di Indonesia, pendekatan jarak fisik di pasar tradisional menarik perhatian publik ketika pasar di Jawa Tengah memungkinkan pedagang untuk menjual produk mereka di sepanjang jalan dengan jarak satu meter antara satu sama lain.

Namun, vendor di pasar Jakarta tidak dapat melakukannya karena keterbatasan ruang, kata presiden direktur operator pasar yang dimiliki Jakarta, Pasar Jaya, Arief Nasrudin.

Mulai 15 Juni, perusahaan malah akan memberlakukan kebijakan nomor kios ganjil, yang berarti vendor dengan nomor kios ganjil hanya diizinkan beroperasi pada tanggal ganjil dan sebaliknya.

Info Terbaru Tentang Peningkatan Virus di Jakarta

“Di Jakarta, [menjual produk di pinggir jalan] tidak mungkin. Ruang tidak cukup untuk menampung vendor, ”katanya.

Jakarta telah mengkonfirmasi 51 kasus terkait dengan delapan pasar tradisional pada hari Jumat, menurut IKAPPI.

Di provinsi yang paling parah dilanda kedua, Jawa Timur, lebih dari 100 pedagang dilaporkan telah terinfeksi oleh penyakit ini,

Sebagian besar di ibukotanya, Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia.

Kepala badan ekonomi dan bisnis Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan pemantauan penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional akan ditingkatkan.

Epidemiolog Windhu Purnomo dari Universitas Airlangga menyarankan aturan yang kuat dan penegakan yang ketat untuk diterapkan di pasar tradisional,

Baik yang berada di bawah administrasi lokal dan yang dijalankan secara mandiri oleh masyarakat.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan, kita setidaknya dapat meminimalkan risiko penularan di pasar tradisional,” katanya.